JellyPages.com

Kamis, 07 Februari 2013

Masa Lalu

Terdiam sejenak, setelah membaca diary masa-masa SMA.Ketika membaca diary tersebut bukan hanya masa-masa sekolah yg terlintas dalam benak , tetapi masa-masa kecil pun berlari-lari dalam benak saya.

Setiap fase hidup saya , terlihat ada proses hidup yang baik , membuat saat ini saya bersyukur sudah melalui dengan baik.masa itu  saya belajar sebuah ketaatan, mimpi, disiplin,mandiri dan sebuah perjuangan.

Setiap langkah saya semuanya mempunyai makna yg baik walaupun saat ini terasa sangat pahit. Dan saya bersyukur semuanya saya tulis dan sebuah buku diary.. Masa lalu saya sering berteman dengan alam dan buku, sejak kecil saya suka membaca .Menulis hanyalah curahan hati buat saya, dimana saya kurang percaya sama siapapun.

Ada satu titik dalam hidup yang sangat saya tidak suka, kadang bila teringat saat itu saya berpikir kenapa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi, tetapi saat ini saya melihat bahwa semua hal yang terjadi itu mempunyai maksud.

Masa yang pahit itu membuat satu sisi karakter saya tidak baik, saya berusaha hidup untuk selalu bersukacita dan melepaskan hal-hal yg tidak baik. tetapi satu sifat yg saya sendiri kalau di tanya saya sangat tidak suka, yaitu ketika ada orang yg melukai hati saya ( lukanya bukan sekedar luka ) saya akan cenderung untuk menghapus orang itu dalam kehidupan saya, walaupun setiap hari saya temui tetap saya merasa orang itu tidak ada.

Di buku Diarylah saya menemukan kenapa saya mempunya sifat yang saya sendiri tidak suka.Masa lalu memang kadang menggoreskan satu karakter yang sulit untuk di rubahkan, tetapi seiring waktu saya yakin pasti semuanya akan di sempurnakan.

Masa lalu adalah satu masa sebuah fondasi karakter dalam hidup orang tersebut. Pahit dan manis itu adalah goresin sang pencipta untuk membentuk karakter yang pada akhirnya Indah dan sempurna.

Jika anda berkenan, dan ingin tahu detail kehidupan saya, silahkan mampir ke web http://www.sukacita-berbisnis.com


Jumat, 01 Februari 2013

Jadilah Mandiri

Tertegun saya melihat seorang ayah pagi-pagi subuh mencuci mobil yg kesehariannya di pakai anaknya. Entah kenapa saya begitu sedih melihatnya, karena kejadian itu bukan hanya sekali tapi sering kali saya lihat.

Kejadian itu , membuat saya berpikir,, apa tanggung jawabnya seorang anak yg sudah di beri mobil, di beri kemudahan untuk bisa beraktifitas..
Dimana terima kasih anak itu,, dan dimana ke Mandiriannya seorang laki-laki yg sudah bekerja.
Mungkin ada letak kesalahan orang tua atas anak tersebut , karena buat saya ayahnya terlalu memanjakan dan tidak mendidik anaknya untuk mandiri, pertanyaannya sampai kapan..?

Dan sayapun teringat akan orang tua saya, yg mendidik saya dari kecil untuk hidup mandiri, untuk hidup tidak tergantung pada siapapun atau apapun, masa SD pun kami di beri tanggung jawab atas pembagian tugas bereskan rumah, dan jika kami mau uang lebih, kami di ajar untuk mendapatkan sendiri, yaitu dengan berdagang.
Kalau melihat secara negatif , sedih seeh masa anak-anak Uϑªh harus bekerja, tapi ketika saat ini melihat itu semua, sungguh saya sangat berterima kasih atas didikan orang tua saya.

Karena Dengan didikan tersebut saya mampu untuk hidup berjuang sendiri di ibu kota untuk bertahan hidup, berangkat dari desa hanya berbekal baju di badan dan saat ini mempunya bekerjaan yang  baik serta bisnis yg menjanjikan.

Menjadi Mandiri harusnya menjadi kewajiban setiap anak yg ada di muka bumi ini karena dengan Mandiri banyak hal bisa di pelajari dalam hidup.
Bagaimana harus menekan ego, bagaimana harus lebih keras bekerja supaya hidup lebih baik dan masih banyak hal yg baik dari sebuah kemandirian.

Dan dari pengalaman hidup saya hal yg paling terlihat dari sebuah kemandirian adalah menjadi orang yg bertanggung Jawab.

Jadilah Mandiri maka engkau akan banyak mengerti bahwa hidup ini sangat berarti.